Kamis, 16 September 2010

Pagi-pagi belum mandi sudah beraksi

Pagi ini bangun kesiangan. Begitu bangun Avatar dah mulai, dan dah sampai di episode terakhir. Adegan panas Aang dan Raja Api Ozan,,eh Ozai (gimana gak panas coz maen api). Ya sebenernya dah lima kali nonton, tapi ga masalah kan, ga bakal membuat harga sabun colek naik melebihi harga mobil BMW.
Setelah sarapan dengan tempe yang belum jadi ditambah dengan se-toples (sebenernya wadah bekal, tapi bentuknya kaya toples) mi goreng yang dibuat mas ku (INGAT, bukan mi goreng lauk tempe lho), diriku bingung mau ngapain. Ow iya sebagai tambahan, meski sudah melakukan beberapa kegiatan diatas saya belum mandi lho,,hha, weks bangga lagi. Mandi atau tidak mandi itu legal kok, maklum hari libur n gak kemana-mana.
akhirnya ku putusin buat ndengerin mp3 saja. Tiba disebuah lagu berjudul "kota mati" dari Peterpan. Dulu ku sering banget denger lagu itu pas "mutung" atau gak enak hati. Sempat pula ku kepengen buat ending animasi pakai itu lagu. Image-nya yang kelam dan melepaskan semua perasaan putus asa, dapet banget sama cerita yang kugarap waktu itu. Ya meski agak kecewa dengan mas Nazril Ilham yang keciduk polisi, main sana main sini sama awewek,, Tapi lagu itu memunculkan kembali ingatan apa yang kepingin kulakukan dulu. So, ku ambil sketch book, pensil n penghapus kupotong sama panjang, ku jadikan layang-layang. ehm,, dan ku mulai menggambar.
Sebagai penjelasan konsep, dalam lagu "kota mati" itu ku kepengen menampilkan cewek yang berjalan menyusuri kota dengan nuansa abu-abu. dan pada akhir video ingin kutampilkan si cewek yang tertidur di bawah sebuah pohon. Dlam khasus ini, karena cerita horor maka ku pilih pohon beringin. Bukan karena saya ikut Golkar atau mungkin saya ingin menjunjung tinggi sila ketiga dalam Pancasila,, ada yang tahu? benar! pohon beringin melambangkan "Persatuan Indonesia", kalau ada yang njawab "menjalankan puasa" berarti pas upacara bendera cuma melamun..
eh? malah jadi PKn, kembali ke konsep, ya pohon beringin di identikkan dengan suasana angker. Jika di barat, makhluk horor seperti drakula hidup di kastil, di Indonesia makhluk halusnya mayoritas hidup di pohon-pohon besar seperti beringin(really?). Mungkin jika dunia lelembut mengalami lonjakan tunawisma karena banyak pohon ditebangi, kita bisa mengusulkan program pohon bersusun. eh,, merinding deh dari tadi ngomongin lelembut..
oke ini yang sudah saya kerjakan..(gambar diambil dengan kamera ponsel butut saya, jadi harap maklum)


mulai ditegaskan dengan drawing pen, membuat lekuk-lekuk pohonnya cuma berdasar feeling, coz di rumah gak ada pohon beringin.


But,, baru asyik-asyiknya menggores-gores, my mother comes, saya diberi titah untuk pergi ke barat mengambil air suci alias mandi. Alamak, sudah jam sebelas..ckck

Oke stelah mandi dengan shampoo,,karena sabunnya dipindah ke kamar mandi sebelah, padahal ku sudah gebyar gebyur, kita kembali ke pekerjaan. (mohon mandi ini jangan ditiru, tapi tetep wangi kok ).

di sini mulai membuat rumbai beingin,,hmm butuh kesabaran ekstra
lha,,tiba tiba dah selesai,, ya cuma tinggal mengulang proses pembuatan bentuk pohon ditambah shading saja.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar